oleh Hishshoh Azd Istiqomah (Pengajar Griya Al Barokah
Abata hadir sebagai ruang tumbuh yang berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani berakhlak mulia. Tidak hanya fokus pada pembelajaran santri, abata juga menjadi wadah sebagai ruang kolaborasi antara guru dengan orangtua. Komitmen tersebut diwujudkan pada kegiatan kajian parenting dan pertemuan wali santri yang berlokasi di Griya Al-Barokah di Krecekan, Winoranggan, kec Gatak, kab Sukoharjo.
Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan pendidikan dan pembentukkan karakter santri. Melalui kolaborasi yang terjalin antara guru, orang tua dan santri, Abata Movement Indonesia berharap dapat terus melahirkan generasi pejuang cerdas, berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman.
Dalam kegiatan ini, menjadi momen penting untuk menyampaikan hasil belajar santri selama satu semester. Guru menyampaikan perkembangan kemampuan baca tulis Al-Quran, akhlak serta kemandirian santri yang juga disertai dengan beragam cerita dari para wali santri dan guru. Perkembangan santri Abata menujukkan progress yang membanggakan.
Banyak santri yang awalnya terbata-bata membaca iqro’ kini sudah lancar dan mulai memahami tajwid dengan baik. Dari sisi akhlak, santri semakin terbiasa membudidyakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) hingga berani tampil memimpin doa bersama. Sehingga, wali santri dapat melihat pencapaian anak secara nyata sekaligus mengetahui aspek-aspek yang masih perlu di tingkatkan.
Selain sebagai sarana evaluasi, Abata memfasilitasi wali santri untuk mendapatkan bekal parenting ajaran Rosullulah saw yang juga sangat bermanfaat untuk mendampingi tumbuh kembang anak dalam keseharian. Orang tua diajak bukan hanya sekedar mendidik namun juga lebih memahami kebutuhan emosional, spritual dan akademik anak sehingga tercipta pola asuh yang seimbang.
”Jadilah teladan yang baik sebelum menuntut anak menjadi baik dan sholihkan diri sebelum mensholihkan anak” ucap ustadz Faiz Mansur selaku pemateri sebelum menutup kajian. Pesan ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bahwa keberhasilan mendidik anak berawal dari keteladanan orang tua.
Dengan semangat kolaborasi antara guru dan orang tua, Abata Movement Indonesia berharap dapat terus mencetak generasi Qur’ani untuk negeri, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berakhlak mulia dan terampil dalam menghadapi tantangan zaman.



















