Sepenting itu kah Memisahkan Tempat Belajar Santri Laki-laki dan Perempuan?

oleh Umma Farida (Pengajar Griya Abata Al Ikhlas)

Pendidikan di griya abata tidak hanya fokus pada ilmu yang diajarkan, tetapi juga pada bagaimana ilmu itu ditanamkan dalam suasana yang mendukung pembentukan karakter Islami. Salah satu isu yang sering muncul adalah soal pemisahan tempat belajar antara santri laki-laki dan perempuan. Lalu, sepenting apa sebenarnya hal ini dilakukan?
Islam memandang interaksi antara laki-laki dan perempuan dengan penuh kehati-hatian. Bukan berarti melarang sepenuhnya, melainkan memberi batasan agar tetap terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Al-Qur’an menganjurkan untuk menjaga pandangan, menjaga kehormatan, dan menghindari fitnah. Pemisahan tempat belajar adalah salah satu cara praktis dalam mewujudkan perintah ini.

Pengelompokan ini berdasarkan pencapaian bacaan iqro /Al Qur’an dengan menggunakan batas usia santri karena ada beberapa materi tambahan akidah, fikih, siroh dan bahasa yang disampaikan sesuai dengan usianya. Selain itu juga untuk santri laki-laki dan perempuan kita pisahkan karena sesuai dengan fitrahnya. 

Alhamdulillah griya Abata Al Ikhlas untuk sistem pembelajarannya kita bagi menjadi 5 kelas. Untuk pengajaran sendiri santri laki-laki diajarkan oleh Ustadz sedangkan santri perempuan diajarkan oleh Ustadzah.

Pembagian Kelas :

  • Iqro Kecil Putri (Us Umma)
  • Iqro Besar Putri (Us Nilam, Us Desi)
  • Tahfidz (Us Arini)
  • Iqro Kecil Putra (Us Gibran, Us Dwi)
  • Iqro Besar Putra / Al Qur’an (Us Fariz, Us Naufal, Us Alif)

Tidak dapat dipungkiri, interaksi bebas tanpa aturan bisa membuka celah munculnya masalah sosial. Pemisahan ruang belajar membuat santri merasa lebih aman dan nyaman. Santri perempuan bisa lebih leluasa mengekspresikan diri, bertanya, atau bahkan berlatih kepemimpinan tanpa merasa canggung. Begitu pula santri laki-laki bisa berkembang dengan karakter khas mereka.

Pemisahan ini sering disalahpahami sebagai bentuk diskriminasi. Padahal, hakikatnya justru sebagai bentuk perlindungan. Islam sangat menjaga fitrah manusia, termasuk bagaimana cara terbaik mendidik generasi muda agar tumbuh dengan akhlak mulia. Dengan cara ini, pembelajaran di griya abata al ikhlas tidak hanya mendidik secara ilmu saja, tetapi juga menanamkan adab dan akhlak yang baik kepada santri.

Menjadi Kolaborator Abata Movement

Kami membuka kesempatan Sahabat Abata untuk berkolaborasi dalam mendukung program syiar Al-Qur’an dan pembinaan generasi masa depan.

  • "Anonim" telah berdonasi sebesar Rp10.000
    2 years ago
  • "Anonim" telah berdonasi sebesar Rp10.000
    2 years ago
  • Fatahillah telah berdonasi sebesar Rp50.000
    2 years ago
  • Anonim telah berdonasi sebesar Rp10.000
    2 years ago
Menjadi Kolaborator

Setelah melakukan transfer, mohon meluangkan waktu untuk konfirmasi melalui link berikut.

Menjadi Kolaborator Abata Movement

Kami membuka kesempatan Sahabat Abata untuk berkolaborasi dalam mendukung program syiar Al-Qur’an dan pembinaan generasi masa depan.

Only one donation form per page allowed

  • "Anonim" telah berdonasi sebesar Rp10.000
    2 years ago
  • "Anonim" telah berdonasi sebesar Rp10.000
    2 years ago
  • Fatahillah telah berdonasi sebesar Rp50.000
    2 years ago
  • Anonim telah berdonasi sebesar Rp10.000
    2 years ago